Kamis, 16 Mei 2013


MEMAHAMI DAN MENJELASKAN SEJARAH DAN TERMINOLOGI KEDOKTERAN KELUARGA
TERMINOLOGI KEDOKTERAN KELUARGA
Dokter keluarga merupakan dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi doktermaupun kesehatan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan melalui pendidikan khusus dibidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek dokterkeluarga. ( IKK FKUI 1996 )Dokter keluarga adalah dokter yang mempunyai tanggung jawab menyelenggarakanpelayanan kesehatan personal, menyeluruh terpadu, berkesinambungan dan proaktif sesuaidengan kebutuhan pasiennya sebagai anggota satu unit keluarga, komunitas sertalingkungannya serta bila menghadapi masalah kesehatan khusus yang tak tertanggulangibertindak sebagai coordinator dalam konsultasi dan atau rujukan pada dokter ahli yangsesuai. ( AAFP, IDI, Singapura )Dokter Keluarga adalah dokter praktek umum, hanya dalam prakteknya menggunakanpendekatan kedokteran keluarga. Pendekatan kedokteran keluarga itu prinsip ada 4,pelayanan yang bersifat personal (invidual) bukan keluarga, pelayanan yang bersifat primerartinya hanya melayani sebatas dokter pelayanan primer, lalu komprehensif artinya DKsebagai Dokter praktek umum melayani 4 ranah pelayanan yaitu promotif, preventif,kuratif, dan rehabilitatif. Lalu yang ke empat adalah kontinyu, ini yang sering dilupakanpara dokter prakter umum padahal hal tersebut sangat penting, the continuity of care atau kesinambungan pelayanan. Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter,sehingga mengulang pelayanan lagi, pemeriksaan lagi, obatnya jadi double-double dan seterusnya. Dokter keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primeryang komprehensif, kontinu, integratif, holistik, koordinatif, dengan mengutamakanpencegahan, menimbang peran keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang jenis kelamin, usia ataupun jenispenyakitnya. Pelayanan dokter keluarga melibatkan Dokter Keluarga sebagai penyaring di tingkat primer sebagai bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yangmelibatkan dokter spesialis di tingkat pelayanan sekunder dan rumah sakit rujukan sebagaitempat pelayanan rawat inap, diselenggarakan secara komprehensif, kontinu, integratif,holistik, koordinatif dengan mengutamakan pencegahan, menimbang peran keluarga danlingkungannya serta pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpamemilah jenis kelamin, usia serta faktor-faktor lainnya. (The American Academy of FamilyPhysician, 1969; Geyman, 1971; McWhinney, 1981).Pengertian dokter keluarga sendiri menurut PDKI (Perhimpunan Dokter KeluargaIndonesia) adalah tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien di fasilitas/sistem pelayanan kesehatan primer guna menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit,, usia, dan jenis kelamin yang dapat dilakukan sedini dansedapat mungkin, secara paripurna, dengan pendekatan holistik, bersinambung, dan dalamkoordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menerapkanprinsip pelayanan yang efektif dan efisien yang mengutamakan pencegahan, sertamenjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral”. Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar.
Batasan tentang ilmu kedokteran keluarga di antaranya adalah sebagai berikut :
1.    Ilmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmukedokteran yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu,keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomidan sosial budaya.
2.    Ilmu kedokteran keluarga menunjuk pada body of knowledge dari pelayanan dokterkeluarga yang merupakan disiplin baru dari ilmu kedokteran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan khalayak secara lebih responsif dan bertanggung jawab.
3.    Ilmu kedokteran keluarga adalah salah satu cabang dari ilmu kedokteran yang ditandaidengan terdapatnya suatu kelompok pengetahuan kedokteran yang bersifat khusus.
4.    Ilmu kedokteran keluarga adalah body of knowledge tentang fenomena yang dihadapiserta teknik yang dipergunakan oleh para dokter yang menyelenggarakan perawatankesehatan perorangan pada tingkat pertama dan berkelanjutan.
5.    Ilmu kedokteran keluarga adalah sebuah pendekatan multidisipliner yang terpadumenuju perawatan kesehatan yang menyeluruh dari unit keluarga.

Batasan dokter keluarga :
a.    Dokter keluarga adalah dokter yang mengutamakan penyediaan pelayanankomprehensif bagi semua orang yang mencari pelayanan kedokteran
b.    Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yangberorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, bila perlu aktif mengunjungipenderita atau keluarganya
c.    Dokter keluarga adlaha dokter yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakanpelayanan kesehatan yang menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua anggota yangterdapat dalam satu keluarga dan dapat merujuk ke dokter ahli yang sesuai.
d.    Dokter keluarga adalah dokter yang melayani masyarakat sebagai kontak pertama yangmerupakan pintu masuk ke system pelayanan kesehatan.
e.    Dokter keluarga adlah dokter yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan personal,tingkat pertama, menyeluruh dan berkesinambungan kepada pasien yang terkait dengankeluarga, komunitas, serta lingkungannya

Batasan pelayanan dokter keluaraga :
1.    Pelayanan dokter keluarag adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yangmemusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit, dimana tanggungajawab dokter tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin, organ tubuh atau jenis penyakit.
2.    Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan spesialis yang luas yang dikembangkandari berbagai disiplin ilmu terutama ilmu penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, ilmukebidanan dan kandungan, ilmu bedah, serta ilmu kedokteran jiwa yang secarakeseluruhan membentuk kesatuan yang terpadu

SEJARAH PERKEMBANGAN KEDOKTERAN KELUARGA
Latar Belakang
·      Jumlah dokter yang bukan spesialis tidak kurang dari 65.000 orang
·      Setiap tahun meluluskan sekitar 5000-6000 dokter baru
·      Kualitas lulusan FK dan pelayanan dokter primer sangat bervariasi
·      PDKI bermaksud meningkatkan kualitas dokter pelayanan primer Indonesia agar setara dengan dokter pelayanan primer di negara-negara lainnya

Sejarah Internasional 
·         1923. Dr.Francis Peabody mulai merasakan bahwa kedokteran modern telah terkotak-kotak sehingga membutuhkan adanya dokter generalist
·         1950an masa jaya spesialistis, sangat sedikit dokter yang mau menjadi generalist
·         1960an awal, pemuka-pemuka generalist mulai mendengungkan pentingnya generalistsebagai suatu specialist
·         1966 dipublikasikannya konsep bahwa generalist merupakan suatu spesialisasi baru ditingkat primer 
·         1969 berdiri American Board of Family Practice yang kemudian berubah menjadi AmericanBoard of Family Medicine

Sejarah Organisasi
·         1978 perwakilan Indonesia berkunjung ke Philippines setelah disana terbentuk PhilippinesBoard of family physician
·         1979 terbit bunga rampai dokter keluarga Indonesia oleh Kelompok Studi Dokter KeluargaIndonesia
·         1983 berdiri Kolegium Dokter Keluarga Indonesia
·         1997 diubah namanya menjadi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia
·         2006 berdiri Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia
·         2007 KIKK bergabung dengan Kolegium Dokter Indonesia menjadi Kolegium Dokter danDokter Keluarga Indonesia atas arahan Ketua IDI yang menganjurkan agar profesi di tingkat primer sebaiknya menjadi satu)
·          2008 program konversi dokter praktik umum menjadi dokter keluarga dimulai

Sejarah Pendidikan
·         1979 FKUI memasukkan materi kedokteran keluarga dalam pendidikan mahasiswakedokteran
·         2001 semua FK (38) sepakat bahwa materi kedokteran keluarga harus masuk dalamkurikulum
·         2003 terdapat 3 FK yang memiliki kegiatan pendidikan kedokteran keluarga dan dalamlokakarya 38 FK menyepakati materi kedokteran keluarga dalam tahap preklinik dan tahapklinik 
·         2004 lokakarya perencanaan kepaniteraan kedokteran keluarga untuk mahasiswa kedokteran
·         2004 disusun kurikulum berbasis kompetensi untuk seluruh Indonesia yang bertujuanmeluluskan dokter primer dengan pendekatan kedokteran keluarga

Dokter Keluarga di IndonesiaKegiatan untuk mengembalikan pelayanan dokter keluarga di Indonesia telah dimulai sejak tahun1981 yakni dengan didirikannya Kelompok Studi Dokter Keluarga. Pada Tahun 1990 melaluikongres yang kedua di Bogor, nama organisasi dirubah menjadi Kolese Dokter Keluarga Indonesia(KDKI). Sekalipun organisasi ini sejak tahun 1988 telah menjadi anggota IDI, tapi pelayanan dokter keluarga di Indonesia belum secara resmi mendapat pengakuan baik dari profesi kedokteranataupun dari pemerintah.Untuk lebih meningkatkan program kerja, terutama pada tingkat internasional, maka pada tahun1972 didirikanlah organisasi internasional dokter keluarga yang dikenal dengan nama World of  National College and Academic Association of General Practitioners / Family Physicians
 (WONCA). Indonesia adalah anggota dari WONCA yang diwakili oleh Kolese Dokter KeluargaIndonesia.Untuk Indonesia, manfaat pelayanan kedokteran keluarga tidak hanya untuk mengendalikan biayadan atau meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, akan tetapi juga dalam rangka turut mengatasi paling tidak 3 (tiga) masalah pokok pelayanan kesehatan lain yakni:
·         Pendayagunaan dokter pasca PTT
·         Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat
·         Menghadapi era globalisasi

MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PRINSIP DAN STANDAR PELAYANAN DOKTER KELUARGA

PRINSIP PELAYANAN DOKTER KELUARGA
1.    Dokter kontak pertama (first contact) : DK adalah pemberi layanan kesehatan (provider) yang pertama kali ditemui pasien/klien dalam masalah kesehatannya
2.    Layanan bersifat pribadi (personal care) : DK memberikan layanan yang bersifat pribadi dengan mempertimbangkan pasiensebagai bagian dari keluarga
3.    Pelayanan paripurna (comprehensive) :  DK memberikan pelayanan menyeluruh yang memadukan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan, dan rehabilitasidengan aspek fisik, psikologis, dansocial budaya.
4.     Pelayanan bersinambungan (continuous care) : Pelayanan DK berpusat pada orangnya (pasient-centered) bukan pada penyakitnya(diseases-centered)
5.    Mengutamakan pencegahan (prevention first) : Karena berangkat dari paradigma sehat, maka upaya pencegahan oleh DK dilaksanakansedini mungkin
6.    KoordinasiDalam upaya mengatasi masalah pasien DK perlu berkonsultasi dengan disiplin ilmulainnya
7.    Kolaborasi Bila pasien membutuhkan pelayanan yang berada diluar kompetensinya, DK bekerjasamadan mendelegasikan pengelolaan pasiennya pada pihak lain yang berkompeten
8.    Family orientedDalam mengatasi masalah DK mempertimbangkan konteks keluarga, dampak kondisi pasienterhadap keluarga dan sebaliknya
9.    Community oriented : DK dalam mengatasi masalah pasien haruslah tetap memperhatikan dampak kondisi pasienterhadap komunitas dan sebaliknya

STANDAR PELAYANAN DOKTER KELUARGA
a.    Pelayanan kesehatan yang diberikan Dokter Keluarga bersifat komprehensif,meliputi upaya promotif (penyuluhan dan konsultasi), upaya preventif (imunisasi, kunjungan rumah, dan konseling), upaya kuratif (pemeriksaan dan pengobatan penyakit), Upaya rehabilitatif (pemeriksaan dan penanganan kasus),dan juga termasuk penanganan kasus rujuk balik 
b.     Pelayanan Dokter Keluarga bersifat terbuka, artinya selain melayani pesertaAskes, Dokter keluarga dapat melayani masyarakat umum.
c.     Dokter Keluarga dengan cara kerjasama dengan apotik dan laboratoriumterdekat dengan lokasi praktek Dokter Keluarga


KOMPETENSI DAN PERAN DOKTER KELUARGA

KOMPETENSI DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang lulusanfakultas kedokteran pada umumnya. Kompetensi khusus inilah yang perlu dilatihkan melalui program perlatihan ini.
1.    Menguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga
2.    Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanankedokteran keluarga
3.    Menguasai ketrampilan berkomunikasi,
4.     Menyelenggarakan hubungan profesional dokter- pasien untuk :
·      Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluargadengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga
·      Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerja sama menyelesaikan masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit, serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan  keluarga
·      Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan

PERAN DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga memiliki peranan dan cakupan yang khusus yaitu :
1.      Komprehensif dan holistik 
2.      Kompeten dengan ilmunya
3.      Continue ( berkesinambungan)
4.       Preventif 
5.      Kolaboratif dan kordinatif 
6.      Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
7.      Mempertimbangkan mutu dan biaya
8.      Segala tindakan dapat dipertanggung jawabkan
9.      Segala tindakan dapat diaudit
10.  Bermoral dan beretika yang baik 

Sehingga yang ditekankan disini dokter keluarga adalah gate keeper sekelmpok masyarakat,sebagai system pencegahan atau prventif.Jadi pada dasarnya preventiflah yangdiutamakan daripada tindakan kuratif.Semakin dia melakukan tindakan preventif yangtepat,dan pasien yang mengalami sakit itu sedikit maka dapat dikatakan bahwa dokterkeluarga tersebut berhasil




























DEFINISI KEDOKTERAN KELUARGA
Definisi kedokteran keluarga (IKK FK-UI 1996) adalah disiplin ilmu kedokteran yang mempelajari dinamika kehidupan keluarga, pengaruh penyakit terhadap fungsi keluarga, pengaruh fungsi keluarga terhadap timbul dan berkembangnya penyakit, cara pendekatan kesehatan untuk mengembalikan fungsi tubuh sekaligus fungsi keluarga agar dalam keadaan normal. Setiap dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi dokter maupun kesehatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek dokter keluarga.

TUJUAN KEDOKTERAN KELUARGA
Tujuan pelayanan dokter keluarga mencakup bidang yang amat luas sekali. Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua macam (Azwar, 1995) :
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pelayanan dokter keluarga adalah sama dengan tujuan pelayanan kedokteran dan atau pelayanan kesehatan pada umumnya, yakni terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.
2. Tujuan Khusus
Sedangkan tujuan khusus pelayanan dokter keluarga dapat dibedakan atas dua macam :
a. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efektif. Dibandingkan dengan pelayanan kedokteran lainnya, pelayanan dokter keluarga memang lebih efektif. Ini disebabkan karena dalam menangani suatu masalah kesehatan, perhatian tidak hanya ditujukan pada keluhan yang disampaikan saja, tetapi pada pasien sebagai manusia seutuhnya, dan bahkan sebagai bagian dari anggota keluarga dengan lingkungannya masing-masing. Dengan diperhatikannya berbagai faktor yang seperti ini, maka pengelolaan suatu masalah kesehatan akan dapat dilakukan secara sempurna dan karena itu penyelesaian suatu masalah kesehatan akan dapat pula diharapkan lebih memuaskan.
b. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efisien. Dibandingkan dengan pelayanan kedokteran lainnya, pelayanan dokter keluarga juga lebih mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit serta diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Dengan diutamakannya pelayanan pencegahan penyakit, maka berarti angka jatuh sakit akan menurun, yang apabila dapat dipertahankan, pada gilirannya akan berperan besar dalam menurunkan biaya kesehatan. Hal yang sama juga ditemukan pada pelayanan yang menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Karena salah satu keuntungan dari pelayanan yang seperti ini ialah dapat dihindarkannya tindakan dan atau pemeriksaan kedokteran yang berulang-ulang, yang besar peranannya dalam mencegah penghamburan dana kesehatan yang jumlahnya telah diketahui selalu bersifat terbatas.

FUNGSI KEDOKTERAN KELUARGA
Dokter keluarga memiliki 5 fungsi yang dimiliki, yaitu (Azrul Azwar, dkk. 2004) :
a.      Care Provider (Penyelenggara Pelayanan Kesehatan)
Yang mempertimbangkan pasien secara holistik sebagai seorang individu dan sebagai bagian integral (tak terpisahkan) dari keluarga, komunitas, lingkungannya, dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, komprehensif, kontinu, dan personal dalam jangka waktu panjang dalam wujud hubungan profesional dokter-pasien yang saling menghargai dan mempercayai. Juga sebagai pelayanan komprehensif yang manusiawi namun tetap dapat dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
b.      Comunicator (Penghubung atau Penyampai Pesan)
Yang mampu memperkenalkan pola hidup sehat melalui penjelasan yang efektif sehingga memberdayakan pasien dan keluarganya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatannya sendiri serta memicu perubahan cara berpikir menuju sehat dan mandiri kepada pasien dan komunitasnya
c.       Decision Maker (Pembuat Keputusan)
Yang melakukan pemeriksaan pasien, pengobatan, dan pemanfaatan teknologi kedokteran berdasarkan kaidah ilmiah yang mapan dengan mempertimbangkan harapan pasien, nilai etika, “cost effectiveness” untuk kepentingan pasien sepenuhnya dan membuat keputusan klinis yang ilmiah dan empatik
d.      Manager
Yang dapat berkerja secara harmonis dengan individu dan organisasi di dalam maupun di luar sistem kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitasnya berdasarkan data kesehatan yang ada. Menjadi dokter yang cakap memimpin klinik, sehat, sejahtera, dan bijaksana
e.      Community Leader (Pemimpin Masyarakat)
Yang memperoleh kepercayaan dari komunitas pasien yang dilayaninya, menyearahkan kebutuhan kesehatan individu dan komunitasnya, memberikan nasihat kepada kelompok penduduk dan melakukan kegaiatan atas nama masyarakat dan menjadi panutan masyarakat

TUGAS DOKTER KELUARGA
1.      Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh, dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan,
2.      Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat,
3.      Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit,
4.       Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya,
5.      Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi,
6.      Menangani penyakit akut dan kronik,
7.       Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit,
8.      Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS,
9.      Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan,
10.  Bertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya,
11.  Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien
12.  Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar,
13.  Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran keluarga secara khusus.

Tabel ini menjelaskan tentang perbedaan antara dokter praktek umum dengan dokter keluarga (Qomariah, 2000) :
DOKTER PRAKTEK UMUM
DOKTER KELUARGA
Cakupan Pelayanan
Terbatas
Lebih Luas
Sifat Pelayanan
Sesuai Keluhan
Menyeluruh, Paripurna, bukan sekedar yang dikeluhkan
Cara Pelayanan
Kasus per kasus dengan pengamatan sesaat
Kasus per kasus dengan berkesinambungan sepanjang hayat
Jenis Pelayanan
Lebih kuratif hanya untuk penyakit tertentu
Lebih kearah pencegahan, tanpa mengabaikan pengobatan dan rehabilitasi
Peran keluarga
Kurang dipertimbangkan
Lebih diperhatikan dan dilibatkan
Promotif dan pencegahan
Tidak jadi perhatian
Jadi perhatian utama
Hubungan dokter-pasien
Dokter – pasien
Dokter – pasien – teman sejawat dan konsultan
Awal pelayanan
Secara individual
Secara individual sebagai bagian dari keluarga komunitas dan lingkungan




MANFAAT PELAYANAN DOKTER KELUARGA
Apabila pelayanan dokter keluarga dapat diselenggarakan dengan baik, akan banyak manfaat yang diperoleh. Manfaat yang dimaksud antara lain adalah (Cambridge Research Institute, 1976) :
1. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan.
2. Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan pelayanan kesehatan.
3. Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis, pengaturannya akan lebih baik dan terarah, terutama ditengah-tengah kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini.
4. Akan dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan suatu masalah kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah lainnya.
5. Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan, maka segala keterangan tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan ataupun keterangan keadaan sosial dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang sedang dihadapi.
6. Akan dapat diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit, termasuk faktor sosial dan psikologis.
7. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tata cara yang lebih sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan.
8. Akan dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan kedokteran canggih yang memberatkan biaya kesehatan.

KARAKTERISTIK DOKTER KELUARGA
Lynn P. Carmichael (1973)
a. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan
b. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat
c. Pelayanan menyeluruh, mempertimbangkan pasien dan keluarganya
d. Andal mendiagnosis, tanggap epidemiologi dan terampil menangani penyakit
e. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial, dan mewaspadai kemiripan penyakit.
Debra P. Hymovic & Martha Underwood Barnards (1973)
a. Pelayanan responsif dan bertanggung jawab
b. Pelayanan primer dan lanjut
c. Diagnosis dini, capai taraf kesehatan tinggi
d. Memandang pasien dan keluarga
e. Melayani secara maksimal
 IDI (1982)
a. Memandang pasien sebagai individu, bagian dari keluarga dan masyarakat
b. Pelayanan menyeluruh dan maksimal
c. Mengutamakan pencegahan, tingkatan taraf kesehatan
d. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya
e. Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung jawab atas kelanjutannya

WEWENANG DOKTER KELUARGA
1.         Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar,
2.         Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat,
3.         Melaksanakan tindak pencegahan penyakit,
4.         Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer,
5.         Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal,
6.          Melakukan tindak prabedah, beda minor, rawat pascabedah di unit pelayanan primer,
7.         Melakukan perawatan sementara,
8.    Menerbitkan surat keterangan medis,
9.    Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap,
10. Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus.

KOMPETENSI DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang lulusan fakultas kedokteran pada umumnya. Kompetensi khusus inilah yang perlu dilatihkan melalui program perlatihan ini. Yang dicantumkan disini hanyalah kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap Dokter Keluarga secara garis besar. Rincian memgenai kompetensi ini, yang dijabarkan dalam bentuk tujuan pelatihan,
1.      Menguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga,
2.      Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran keluarga,
3.      Menguasai ketrampilan berkomunikasi, menyelenggarakan hubungan profesional dokter- pasien untuk :
A.      Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluarga dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga,
B.      Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerjasana menyelesaikan masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit, serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan keluarga,
C.      Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan.

KLINIK DOKTER KELUARGA (KDK)
1.      Merupakan klinik yang menyelenggarakan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK),
2.      Sebaiknya mudah dicapai dengan kendaraan umum. (terletak di tempat strategis),
3.      Mempunyai bangunan yang memadai,
4.      Dilengkapi dengan saraba komunikasi,
5.      Mempunyai sejumlah tenaga dokter yang telah lulus pelatihan DK,
6.      Mempunyai sejumlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus pembantu KDK,
7.      Dapat berbentuk praktek mandiri (solo) atau berkelompok.
8.      Mempunyai izin yang berorientasi wilayah,
9.      Menyelenggarakan pelayanan yang sifatnya paripurna, holistik, terpadu, dan berkesinambungan,
10.  Melayani semua jenis penyakit dan golongan umur,
11.  Mempunyai sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik ybs.

SISTEM PELAYANAN DOKTER KELUARGA (SPDK)
Untuk menunjang tugas dan wewenang nya diperlukan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga yang terdiri atas komponen :
a.    Dokter keluarga yang menyelenggarakan pelayanan primer di klinik Dokter Keluarga (KDK),
b.    Dokter Spesialis yang menyelenggarakan pelayanan sekunder di klinik Dokter Spesialis (KDSp),
c.    Rumah sakit rujukan,
d.    Asuransi kesehatan/ Sistem Pembiayaan, e) Seperangkat peraturan penunjang.
Dalam sistem ini kontak pertama pasien dengan dokter akan terjadi di KDK yang selanjutnya akan menentukan dan mengkoordinasikan keperluan pelayanan sekunder jika dipandang perlu sesuai dengan SOP standar yang disepakati. Pasca pelayanan sekunder, pasien segera dirujuk balik ke KDK untuk pemantauan lebih lanjut. Tata selenggarapelayanan seperti ini akan diperkuat oleh ketentuan yang diberlakukan dalam skema JPKM/asuransi.
PENDEKATAN HOLISTIK DIMANA MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
1.    Holistik memandang pasien sebagai manusia seutuhnya, sebagai :
·         Individu
·         Bagian dari keluarga
·         Bagian dari lingkungannya
·         Bagian dari masyarakat
a.    Selalu mempertimbangkan siapa yang sakit melebihi penyakitnya
2.    Pelayanan terpadu
3.    Koordinasi pelayanan dengan keluarga, laboratorium, dokter keluarga, dokter spesialis, RS, perusahaan asuransi dsb yang diselenggarakan secara cermat untuk kepentingan pasien
4.    Memastikan bahwa pemeriksa dan atau konsultasi dan rujukan terlaksana secara baik
5.    Pelayanan kesinambungan
·         Mulai dari konsepsi sampai mati yang memerlukan klinik dengan pola pelayanan 24 jam oleh sekelompok dokter layanan primer
·         Layanan yang diberikan oleh dokter yang prektek solo tidak menjadikan layanan bersinambung tidak berjalan sempurna sekalipun masih dapat dilakukan seoptimal mungkin
·         Memerlukan rekam medik yang komunikatif
·         Jika pasien hendak pindah alamat atau pindah dokter, harus diberikan surat keterangan medis untuk disampaikan kepada dokter setempat atau dokternya yang baru.
·         Memantau kelanjutan terapi sampai tuntas
·         Memelihara dan meningkatkan kesehatan
PELAYANAN STRATA PERTAMA      
1.    Pelayanan tingkat primer : Oleh dokter umum. Disebut sebagai tahap awal atau kontak pertama pasien dengan dokter yang biasanya bertempat di klinik pribadi, klinik dokter bersama, PUSKESMAS, balai pengobatan, klinik perusahaan, atau poliklinik umum di RS.
2.    Pelayanan tingkat sekunder : Jika dianggap perlu pasien dirujuk ke pelayanan tingkat sekunder. Pasien dilayani oleh dokter spesialis yang sebagian besar praktik di RS, sebagian yang lain di klinik spesialis atau klinik pribadi. Jika masalah kesehatan yang sulit telah selesai, pasien akan dikirim balik ke dokter praktik umum yang mengirimnya dengan bekal surat rujuk balik yang berisi kelanjutan pengobatannya
3.    Pelayanan tingkat tersier : Jika masalah kesetannya tidak dapat diselesaikan oleh pelayanan tingkat sekunder maka akan dibawa ke tingkat tersier. Dilayani oleh dokter superspesialis atau spesialis konsultan yang biasanya bertempat di RS Pendidikan atau RS besar yang punya berbagai riset yang maju
PELAYANAN KOMPREHENSIF (PARIPURNA)
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis strata pertama untuk semua orang yang bersifat paripurna (komprehensif), yaitu termasuk :
a.      Pemeliharaan dan meningkatkan kesehatan (promotive)
b.      Pencegahan penyakit dan proteksi khusus (preventive and specific protection )
c.       Pemulihan kesehatan (curative)
d.      Pencegahan kecacatan (disability limitation)
e.      Rehabilitasi setelah sakit (rehabilitation)




Tidak ada komentar: