MEMAHAMI DAN
MENJELASKAN SEJARAH DAN TERMINOLOGI KEDOKTERAN KELUARGA
TERMINOLOGI KEDOKTERAN
KELUARGA
Dokter keluarga
merupakan dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi doktermaupun
kesehatan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan melalui pendidikan khusus
dibidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek
dokterkeluarga. ( IKK FKUI 1996 )Dokter keluarga adalah dokter
yang mempunyai tanggung jawab menyelenggarakanpelayanan
kesehatan personal, menyeluruh terpadu, berkesinambungan dan proaktif
sesuaidengan kebutuhan pasiennya sebagai anggota satu unit keluarga, komunitas
sertalingkungannya serta bila menghadapi masalah kesehatan khusus yang tak
tertanggulangibertindak sebagai coordinator dalam konsultasi dan atau rujukan
pada dokter ahli yangsesuai. ( AAFP, IDI, Singapura )Dokter Keluarga adalah
dokter praktek umum, hanya dalam prakteknya menggunakanpendekatan kedokteran
keluarga. Pendekatan kedokteran keluarga itu prinsip ada 4,pelayanan yang
bersifat personal (invidual) bukan keluarga, pelayanan yang bersifat
primerartinya hanya melayani sebatas dokter pelayanan primer, lalu komprehensif
artinya DKsebagai Dokter praktek umum melayani 4 ranah pelayanan yaitu
promotif, preventif,kuratif, dan rehabilitatif. Lalu yang ke empat adalah
kontinyu, ini yang sering dilupakanpara dokter prakter umum padahal hal
tersebut sangat penting, the continuity of care atau kesinambungan pelayanan. Jangan sampai seseorang
itu dilayani oleh banyak dokter,sehingga mengulang pelayanan lagi, pemeriksaan
lagi, obatnya jadi double-double dan
seterusnya. Dokter keluarga adalah dokter
praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primeryang komprehensif, kontinu,
integratif, holistik, koordinatif, dengan mengutamakanpencegahan, menimbang
peran keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada
semua pasien tanpa memandang jenis kelamin, usia ataupun jenispenyakitnya.
Pelayanan dokter keluarga melibatkan
Dokter Keluarga sebagai penyaring di tingkat primer sebagai bagian suatu
jaringan pelayanan kesehatan terpadu yangmelibatkan dokter spesialis di tingkat
pelayanan sekunder dan rumah sakit rujukan sebagaitempat pelayanan rawat inap,
diselenggarakan secara komprehensif, kontinu, integratif,holistik, koordinatif
dengan mengutamakan pencegahan, menimbang peran keluarga danlingkungannya serta
pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpamemilah jenis kelamin,
usia serta faktor-faktor lainnya. (The American Academy of
FamilyPhysician, 1969; Geyman, 1971; McWhinney, 1981).Pengertian dokter keluarga sendiri menurut PDKI
(Perhimpunan Dokter KeluargaIndonesia) adalah tenaga kesehatan tempat kontak
pertama pasien di fasilitas/sistem pelayanan kesehatan primer guna menyelesaikan semua masalah kesehatan yang
dihadapi tanpa
memandang jenis penyakit,, usia, dan jenis kelamin yang dapat dilakukan sedini
dansedapat mungkin, secara paripurna, dengan pendekatan holistik, bersinambung,
dan dalamkoordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya,
dengan menerapkanprinsip pelayanan yang efektif dan efisien yang mengutamakan
pencegahan, sertamenjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan
moral”. Layanan yang diselenggarakannya
(wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama
pendidikan kedokteran dasar.
Batasan tentang ilmu
kedokteran keluarga di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Ilmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup
seluruh spektrum ilmukedokteran yang orientasinya adalah untuk memberikan
pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada
satu kesatuan individu,keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan
faktor-faktor lingkungan, ekonomidan sosial budaya.
2. Ilmu kedokteran keluarga menunjuk pada body
of knowledge dari pelayanan dokterkeluarga
yang merupakan disiplin baru dari ilmu kedokteran yang dirancang
untuk memenuhi kebutuhan kesehatan khalayak secara lebih responsif dan
bertanggung jawab.
3. Ilmu kedokteran keluarga adalah salah satu cabang dari
ilmu kedokteran yang ditandaidengan terdapatnya suatu kelompok pengetahuan
kedokteran yang bersifat khusus.
4. Ilmu kedokteran keluarga adalah body
of knowledge tentang fenomena yang
dihadapiserta teknik yang dipergunakan oleh para dokter yang menyelenggarakan
perawatankesehatan perorangan pada tingkat pertama dan berkelanjutan.
5. Ilmu kedokteran keluarga adalah sebuah pendekatan
multidisipliner yang terpadumenuju perawatan kesehatan yang menyeluruh dari
unit keluarga.
Batasan dokter
keluarga :
a. Dokter keluarga adalah dokter yang mengutamakan
penyediaan pelayanankomprehensif bagi semua orang yang mencari pelayanan
kedokteran
b. Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan
pelayanan kesehatan yangberorientasi komunitas dengan titik berat kepada
keluarga, bila perlu aktif mengunjungipenderita atau keluarganya
c. Dokter keluarga adlaha dokter yang memiliki tanggung
jawab menyelenggarakanpelayanan kesehatan yang menyeluruh yang dibutuhkan oleh
semua anggota yangterdapat dalam satu keluarga dan dapat merujuk ke dokter ahli
yang sesuai.
d. Dokter keluarga adalah dokter yang melayani masyarakat
sebagai kontak pertama yangmerupakan pintu masuk ke system pelayanan kesehatan.
e. Dokter keluarga adlah dokter yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan personal,tingkat pertama, menyeluruh dan berkesinambungan
kepada pasien yang terkait dengankeluarga, komunitas, serta lingkungannya
Batasan pelayanan
dokter keluaraga :
1. Pelayanan dokter keluarag adalah pelayanan kedokteran
yang menyeluruh yangmemusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit,
dimana tanggungajawab dokter tidak dibatasi oleh golongan umur
atau jenis kelamin, organ tubuh atau jenis penyakit.
2. Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan spesialis
yang luas yang dikembangkandari berbagai disiplin ilmu terutama ilmu penyakit
dalam, ilmu kesehatan anak, ilmukebidanan dan kandungan, ilmu bedah, serta ilmu
kedokteran jiwa yang secarakeseluruhan membentuk kesatuan yang terpadu
SEJARAH PERKEMBANGAN
KEDOKTERAN KELUARGA
Latar Belakang
· Jumlah
dokter yang bukan spesialis tidak kurang dari 65.000 orang
· Setiap
tahun meluluskan sekitar 5000-6000 dokter baru
· Kualitas
lulusan FK dan pelayanan dokter primer sangat bervariasi
· PDKI
bermaksud meningkatkan kualitas dokter pelayanan primer Indonesia agar setara dengan
dokter pelayanan primer di negara-negara lainnya
Sejarah
Internasional
·
1923. Dr.Francis Peabody mulai merasakan
bahwa kedokteran modern telah terkotak-kotak sehingga membutuhkan adanya
dokter generalist
·
1950an masa jaya spesialistis, sangat
sedikit dokter yang mau menjadi generalist
·
1960an awal, pemuka-pemuka generalist
mulai mendengungkan pentingnya generalistsebagai suatu specialist
·
1966 dipublikasikannya konsep bahwa
generalist merupakan suatu spesialisasi baru ditingkat primer
·
1969 berdiri American Board of Family
Practice yang kemudian berubah menjadi AmericanBoard of Family Medicine
Sejarah
Organisasi
·
1978 perwakilan Indonesia berkunjung ke
Philippines setelah disana terbentuk PhilippinesBoard of family physician
·
1979 terbit bunga rampai dokter keluarga
Indonesia oleh Kelompok Studi Dokter KeluargaIndonesia
·
1983 berdiri Kolegium Dokter Keluarga
Indonesia
·
1997 diubah namanya menjadi Perhimpunan
Dokter Keluarga Indonesia
·
2006 berdiri Kolegium Ilmu Kedokteran
Keluarga Indonesia
·
2007 KIKK bergabung dengan Kolegium Dokter
Indonesia menjadi Kolegium Dokter danDokter Keluarga Indonesia atas arahan
Ketua IDI yang menganjurkan agar profesi di tingkat primer sebaiknya menjadi
satu)
·
2008
program konversi dokter praktik umum menjadi dokter keluarga dimulai
Sejarah
Pendidikan
·
1979 FKUI memasukkan materi kedokteran
keluarga dalam pendidikan mahasiswakedokteran
·
2001 semua FK (38) sepakat bahwa materi
kedokteran keluarga harus masuk dalamkurikulum
·
2003 terdapat 3 FK yang memiliki kegiatan
pendidikan kedokteran keluarga dan dalamlokakarya 38 FK menyepakati materi
kedokteran keluarga dalam tahap preklinik dan tahapklinik
·
2004 lokakarya perencanaan kepaniteraan
kedokteran keluarga untuk mahasiswa kedokteran
·
2004 disusun kurikulum berbasis kompetensi
untuk seluruh Indonesia yang bertujuanmeluluskan dokter primer dengan
pendekatan kedokteran keluarga
Dokter Keluarga di IndonesiaKegiatan untuk
mengembalikan pelayanan dokter keluarga di Indonesia telah dimulai sejak
tahun1981 yakni dengan didirikannya Kelompok Studi Dokter Keluarga. Pada Tahun
1990 melaluikongres yang kedua di Bogor, nama organisasi dirubah menjadi Kolese
Dokter Keluarga Indonesia(KDKI). Sekalipun organisasi ini sejak tahun 1988
telah menjadi anggota IDI, tapi pelayanan dokter keluarga di Indonesia
belum secara resmi mendapat pengakuan baik dari profesi kedokteranataupun dari
pemerintah.Untuk lebih meningkatkan program kerja, terutama pada tingkat
internasional, maka pada tahun1972 didirikanlah organisasi internasional dokter
keluarga yang dikenal dengan nama World
of National College and Academic Association of General Practitioners / Family Physicians
(WONCA). Indonesia adalah anggota
dari WONCA yang diwakili oleh Kolese Dokter KeluargaIndonesia.Untuk Indonesia,
manfaat pelayanan kedokteran keluarga tidak hanya untuk mengendalikan biayadan
atau meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, akan tetapi juga dalam rangka turut
mengatasi paling tidak 3 (tiga) masalah pokok pelayanan kesehatan
lain yakni:
·
Pendayagunaan dokter pasca PTT
·
Pengembangan Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan Masyarakat
·
Menghadapi era globalisasi
MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PRINSIP DAN STANDAR PELAYANAN
DOKTER KELUARGA
PRINSIP PELAYANAN DOKTER KELUARGA
1. Dokter
kontak pertama (first contact) : DK adalah pemberi layanan kesehatan (provider)
yang pertama kali ditemui pasien/klien dalam masalah kesehatannya
2. Layanan
bersifat pribadi (personal care) : DK memberikan layanan yang bersifat pribadi
dengan mempertimbangkan pasiensebagai bagian dari keluarga
3. Pelayanan
paripurna (comprehensive) : DK memberikan pelayanan menyeluruh yang
memadukan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan,
dan rehabilitasidengan aspek fisik, psikologis, dansocial
budaya.
4. Pelayanan bersinambungan (continuous care) :
Pelayanan DK berpusat pada orangnya (pasient-centered) bukan pada
penyakitnya(diseases-centered)
5. Mengutamakan
pencegahan (prevention first) : Karena berangkat dari paradigma sehat, maka
upaya pencegahan oleh DK dilaksanakansedini mungkin
6. KoordinasiDalam
upaya mengatasi masalah pasien DK perlu berkonsultasi dengan disiplin
ilmulainnya
7. Kolaborasi
Bila pasien membutuhkan pelayanan yang berada diluar kompetensinya, DK
bekerjasamadan mendelegasikan pengelolaan pasiennya pada pihak lain yang
berkompeten
8. Family
orientedDalam mengatasi masalah DK mempertimbangkan konteks keluarga, dampak
kondisi pasienterhadap keluarga dan sebaliknya
9. Community
oriented : DK dalam mengatasi masalah pasien haruslah tetap memperhatikan
dampak kondisi pasienterhadap komunitas dan sebaliknya
STANDAR PELAYANAN DOKTER KELUARGA
a. Pelayanan kesehatan yang diberikan
Dokter Keluarga bersifat komprehensif,meliputi upaya promotif (penyuluhan
dan konsultasi), upaya preventif (imunisasi, kunjungan rumah, dan konseling),
upaya kuratif (pemeriksaan dan pengobatan penyakit), Upaya
rehabilitatif (pemeriksaan dan penanganan kasus),dan juga termasuk
penanganan kasus rujuk balik
b. Pelayanan Dokter Keluarga bersifat terbuka,
artinya selain melayani pesertaAskes, Dokter keluarga dapat melayani masyarakat
umum.
c. Dokter Keluarga dengan cara kerjasama dengan
apotik dan laboratoriumterdekat dengan lokasi praktek Dokter Keluarga
KOMPETENSI DAN PERAN DOKTER KELUARGA
KOMPETENSI DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi
khusus yang lebih dari pada seorang lulusanfakultas kedokteran pada umumnya.
Kompetensi khusus inilah yang perlu dilatihkan melalui program perlatihan
ini.
1. Menguasai
dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga
2. Menguasai
pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanankedokteran
keluarga
3. Menguasai
ketrampilan berkomunikasi,
4. Menyelenggarakan hubungan profesional dokter-
pasien untuk :
· Secara
efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluargadengan perhatian
khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga
· Secara
efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerja sama menyelesaikan
masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan
dan penyembuhan penyakit, serta pengawasan dan pemantauan risiko
kesehatan keluarga
· Dapat
bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim
pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan
PERAN DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga memiliki peranan
dan cakupan yang khusus yaitu :
1. Komprehensif dan holistik
2. Kompeten dengan ilmunya
3. Continue ( berkesinambungan)
4. Preventif
5. Kolaboratif dan kordinatif
6. Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan
lingkungan
7. Mempertimbangkan mutu dan biaya
8. Segala tindakan dapat dipertanggung jawabkan
9. Segala tindakan dapat diaudit
10. Bermoral dan beretika yang baik
Sehingga yang ditekankan disini dokter keluarga adalah gate keeper
sekelmpok masyarakat,sebagai system pencegahan atau prventif.Jadi pada
dasarnya preventiflah yangdiutamakan daripada tindakan kuratif.Semakin dia
melakukan tindakan preventif yangtepat,dan pasien yang mengalami sakit itu
sedikit maka dapat dikatakan bahwa dokterkeluarga tersebut berhasil
DEFINISI KEDOKTERAN KELUARGA
Definisi
kedokteran keluarga (IKK FK-UI 1996) adalah disiplin ilmu kedokteran yang
mempelajari dinamika kehidupan keluarga, pengaruh penyakit terhadap fungsi
keluarga, pengaruh fungsi keluarga terhadap timbul dan berkembangnya penyakit,
cara pendekatan kesehatan untuk mengembalikan fungsi tubuh sekaligus fungsi
keluarga agar dalam keadaan normal. Setiap dokter yang mengabdikan dirinya
dalam bidang profesi dokter maupun kesehatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan
melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang
untuk menjalankan praktek dokter keluarga.
TUJUAN KEDOKTERAN KELUARGA
Tujuan pelayanan dokter keluarga mencakup bidang yang
amat luas sekali. Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua
macam (Azwar, 1995) :
1. Tujuan
Umum
Tujuan umum pelayanan
dokter keluarga adalah sama dengan tujuan pelayanan kedokteran dan atau
pelayanan kesehatan pada umumnya, yakni terwujudnya keadaan sehat bagi setiap
anggota keluarga.
2. Tujuan
Khusus
Sedangkan tujuan khusus
pelayanan dokter keluarga dapat dibedakan atas dua macam :
a. Terpenuhinya
kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efektif. Dibandingkan
dengan pelayanan kedokteran lainnya, pelayanan dokter keluarga memang lebih
efektif. Ini disebabkan karena dalam menangani suatu masalah kesehatan,
perhatian tidak hanya ditujukan pada keluhan yang disampaikan saja, tetapi pada
pasien sebagai manusia seutuhnya, dan bahkan sebagai bagian dari anggota
keluarga dengan lingkungannya masing-masing. Dengan diperhatikannya berbagai
faktor yang seperti ini, maka pengelolaan suatu masalah kesehatan akan dapat
dilakukan secara sempurna dan karena itu penyelesaian suatu masalah kesehatan
akan dapat pula diharapkan lebih memuaskan.
b. Terpenuhinya
kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efisien. Dibandingkan
dengan pelayanan kedokteran lainnya, pelayanan dokter keluarga juga lebih
mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit serta diselenggarakan secara
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Dengan diutamakannya pelayanan
pencegahan penyakit, maka berarti angka jatuh sakit akan menurun, yang apabila
dapat dipertahankan, pada gilirannya akan berperan besar dalam menurunkan biaya
kesehatan. Hal yang sama juga ditemukan pada pelayanan yang menyeluruh, terpadu
dan berkesinambungan. Karena salah satu keuntungan dari pelayanan yang seperti
ini ialah dapat dihindarkannya tindakan dan atau pemeriksaan kedokteran yang
berulang-ulang, yang besar peranannya dalam mencegah penghamburan dana
kesehatan yang jumlahnya telah diketahui selalu bersifat terbatas.
FUNGSI KEDOKTERAN KELUARGA
Dokter keluarga memiliki 5 fungsi yang dimiliki, yaitu
(Azrul Azwar, dkk. 2004) :
a.
Care Provider (Penyelenggara Pelayanan Kesehatan)
Yang mempertimbangkan
pasien secara holistik sebagai seorang individu dan sebagai bagian integral
(tak terpisahkan) dari keluarga, komunitas, lingkungannya, dan menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, komprehensif, kontinu, dan
personal dalam jangka waktu panjang dalam wujud hubungan profesional
dokter-pasien yang saling menghargai dan mempercayai. Juga sebagai pelayanan komprehensif yang manusiawi namun tetap dapat
dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
b.
Comunicator (Penghubung atau Penyampai Pesan)
Yang mampu
memperkenalkan pola hidup sehat melalui penjelasan yang efektif sehingga
memberdayakan pasien dan keluarganya untuk meningkatkan dan memelihara
kesehatannya sendiri serta memicu perubahan cara
berpikir menuju sehat dan mandiri kepada pasien dan komunitasnya
c.
Decision Maker (Pembuat Keputusan)
Yang melakukan
pemeriksaan pasien, pengobatan, dan pemanfaatan teknologi kedokteran
berdasarkan kaidah ilmiah yang mapan dengan mempertimbangkan harapan pasien,
nilai etika, “cost effectiveness” untuk kepentingan pasien
sepenuhnya dan
membuat keputusan klinis yang ilmiah dan empatik
d.
Manager
Yang dapat berkerja
secara harmonis dengan individu dan organisasi di dalam maupun di luar sistem
kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitasnya berdasarkan
data kesehatan yang ada. Menjadi dokter yang cakap memimpin klinik, sehat,
sejahtera, dan bijaksana
e.
Community Leader (Pemimpin Masyarakat)
Yang memperoleh
kepercayaan dari komunitas pasien yang dilayaninya, menyearahkan
kebutuhan kesehatan individu dan komunitasnya, memberikan nasihat kepada
kelompok penduduk dan melakukan kegaiatan atas nama masyarakat dan menjadi panutan masyarakat
TUGAS DOKTER KELUARGA
1. Menyelenggarakan
pelayanan primer secara paripurna menyuruh, dan bermutu guna penapisan untuk
pelayanan spesialistik yang diperlukan,
2. Mendiagnosis
secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat,
3. Memberikan
pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit,
4. Memberikan pelayanan kedokteran kepada
individu dan keluarganya,
5. Membina
keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan,
pencegahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi,
6. Menangani
penyakit akut dan kronik,
7. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar
siap dikirim ke rumah sakit,
8. Tetap
bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat
di RS,
9. Memantau
pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan,
10. Bertindak
sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya,
11. Mengkordinasikan
pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien
12. Menyelenggarakan
rekam Medis yang memenuhi standar,
13. Melakukan
penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran
keluarga secara khusus.
Tabel ini menjelaskan tentang perbedaan
antara dokter praktek umum dengan dokter keluarga (Qomariah, 2000) :
|
DOKTER PRAKTEK UMUM
|
DOKTER KELUARGA
|
|
|
Cakupan Pelayanan
|
Terbatas
|
Lebih Luas
|
|
Sifat Pelayanan
|
Sesuai Keluhan
|
Menyeluruh, Paripurna, bukan
sekedar yang dikeluhkan
|
|
Cara Pelayanan
|
Kasus per kasus dengan pengamatan
sesaat
|
Kasus per kasus dengan
berkesinambungan sepanjang hayat
|
|
Jenis Pelayanan
|
Lebih kuratif hanya untuk penyakit
tertentu
|
Lebih kearah pencegahan, tanpa
mengabaikan pengobatan dan rehabilitasi
|
|
Peran keluarga
|
Kurang dipertimbangkan
|
Lebih diperhatikan dan dilibatkan
|
|
Promotif dan pencegahan
|
Tidak jadi perhatian
|
Jadi perhatian utama
|
|
Hubungan dokter-pasien
|
Dokter – pasien
|
Dokter – pasien – teman sejawat
dan konsultan
|
|
Awal pelayanan
|
Secara individual
|
Secara individual sebagai bagian
dari keluarga komunitas dan lingkungan
|
MANFAAT PELAYANAN DOKTER KELUARGA
Apabila pelayanan dokter keluarga dapat
diselenggarakan dengan baik, akan banyak manfaat yang diperoleh. Manfaat yang
dimaksud antara lain adalah (Cambridge Research Institute, 1976) :
1. Akan
dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya,
bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan.
2. Akan
dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan
pelayanan kesehatan.
3. Apabila
dibutuhkan pelayanan spesialis, pengaturannya akan lebih baik dan terarah,
terutama ditengah-tengah kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini.
4. Akan
dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan
suatu masalah kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah lainnya.
5. Jika
seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan, maka segala keterangan
tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan ataupun keterangan
keadaan sosial dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang sedang
dihadapi.
6. Akan
dapat diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit,
termasuk faktor sosial dan psikologis.
7. Akan
dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tata cara yang lebih
sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya
kesehatan.
8. Akan
dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan kedokteran canggih yang memberatkan
biaya kesehatan.
KARAKTERISTIK DOKTER
KELUARGA
Lynn P. Carmichael (1973)
a. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan
b. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat
c. Pelayanan menyeluruh, mempertimbangkan pasien dan keluarganya
d. Andal mendiagnosis, tanggap epidemiologi dan terampil menangani penyakit
e. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial, dan mewaspadai kemiripan penyakit.
a. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan
b. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat
c. Pelayanan menyeluruh, mempertimbangkan pasien dan keluarganya
d. Andal mendiagnosis, tanggap epidemiologi dan terampil menangani penyakit
e. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial, dan mewaspadai kemiripan penyakit.
Debra P. Hymovic & Martha
Underwood Barnards (1973)
a. Pelayanan responsif dan bertanggung jawab
b. Pelayanan primer dan lanjut
c. Diagnosis dini, capai taraf kesehatan tinggi
d. Memandang pasien dan keluarga
e. Melayani secara maksimal
a. Pelayanan responsif dan bertanggung jawab
b. Pelayanan primer dan lanjut
c. Diagnosis dini, capai taraf kesehatan tinggi
d. Memandang pasien dan keluarga
e. Melayani secara maksimal
IDI (1982)
a. Memandang pasien sebagai individu, bagian dari keluarga dan masyarakat
b. Pelayanan menyeluruh dan maksimal
c. Mengutamakan pencegahan, tingkatan taraf kesehatan
d. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya
e. Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung jawab atas kelanjutannya
a. Memandang pasien sebagai individu, bagian dari keluarga dan masyarakat
b. Pelayanan menyeluruh dan maksimal
c. Mengutamakan pencegahan, tingkatan taraf kesehatan
d. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya
e. Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung jawab atas kelanjutannya
WEWENANG DOKTER KELUARGA
1.
Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar,
2.
Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat,
3.
Melaksanakan tindak pencegahan penyakit,
4.
Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer,
5.
Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal,
6.
Melakukan tindak
prabedah, beda minor, rawat pascabedah di unit pelayanan primer,
7.
Melakukan perawatan sementara,
8. Menerbitkan surat keterangan medis,
9. Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap,
10. Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus.
8. Menerbitkan surat keterangan medis,
9. Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap,
10. Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus.
KOMPETENSI DOKTER KELUARGA
Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih
dari pada seorang lulusan fakultas kedokteran pada umumnya. Kompetensi khusus
inilah yang perlu dilatihkan melalui program perlatihan ini. Yang dicantumkan
disini hanyalah kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap Dokter Keluarga
secara garis besar. Rincian memgenai kompetensi ini, yang dijabarkan dalam
bentuk tujuan pelatihan,
1. Menguasai dan mampu
menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga,
2. Menguasai
pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran
keluarga,
3. Menguasai
ketrampilan berkomunikasi, menyelenggarakan hubungan profesional dokter- pasien
untuk :
A.
Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota
keluarga dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga,
B.
Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk
berkerjasana menyelesaikan masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan
dan penyembuhan penyakit, serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan
keluarga,
C.
Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam
satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan.
KLINIK
DOKTER KELUARGA (KDK)
1. Merupakan
klinik yang menyelenggarakan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK),
2. Sebaiknya
mudah dicapai dengan kendaraan umum. (terletak di tempat strategis),
3. Mempunyai
bangunan yang memadai,
4. Dilengkapi
dengan saraba komunikasi,
5. Mempunyai
sejumlah tenaga dokter yang telah lulus pelatihan DK,
6. Mempunyai
sejumlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus
pembantu KDK,
7. Dapat
berbentuk praktek mandiri (solo) atau berkelompok.
8. Mempunyai
izin yang berorientasi wilayah,
9. Menyelenggarakan
pelayanan yang sifatnya paripurna, holistik, terpadu, dan berkesinambungan,
10. Melayani
semua jenis penyakit dan golongan umur,
11. Mempunyai
sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik ybs.
SISTEM
PELAYANAN DOKTER KELUARGA (SPDK)
Untuk menunjang tugas dan wewenang nya diperlukan Sistem Pelayanan
Dokter Keluarga yang terdiri atas komponen :
a.
Dokter keluarga yang menyelenggarakan pelayanan primer di klinik Dokter
Keluarga (KDK),
b.
Dokter Spesialis yang menyelenggarakan pelayanan sekunder di klinik
Dokter Spesialis (KDSp),
c.
Rumah sakit rujukan,
d.
Asuransi kesehatan/ Sistem Pembiayaan, e) Seperangkat peraturan
penunjang.
Dalam sistem ini kontak pertama pasien dengan dokter akan terjadi di KDK
yang selanjutnya akan menentukan dan mengkoordinasikan keperluan pelayanan
sekunder jika dipandang perlu sesuai dengan SOP standar yang disepakati. Pasca
pelayanan sekunder, pasien segera dirujuk balik ke KDK untuk pemantauan lebih
lanjut. Tata selenggarapelayanan seperti ini akan diperkuat oleh ketentuan yang
diberlakukan dalam skema JPKM/asuransi.
PENDEKATAN
HOLISTIK DIMANA MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
1.
Holistik memandang pasien sebagai manusia seutuhnya, sebagai :
·
Individu
·
Bagian dari keluarga
·
Bagian dari lingkungannya
·
Bagian dari masyarakat
a.
Selalu mempertimbangkan siapa yang sakit melebihi penyakitnya
2.
Pelayanan terpadu
3.
Koordinasi pelayanan dengan keluarga, laboratorium, dokter keluarga,
dokter spesialis, RS, perusahaan asuransi dsb yang diselenggarakan secara
cermat untuk kepentingan pasien
4.
Memastikan bahwa pemeriksa dan atau konsultasi dan rujukan terlaksana
secara baik
5.
Pelayanan kesinambungan
·
Mulai dari konsepsi sampai mati yang memerlukan klinik dengan pola
pelayanan 24 jam oleh sekelompok dokter layanan primer
·
Layanan yang diberikan oleh dokter yang prektek solo tidak menjadikan
layanan bersinambung tidak berjalan sempurna sekalipun masih dapat dilakukan
seoptimal mungkin
·
Memerlukan rekam medik yang komunikatif
·
Jika pasien hendak pindah alamat atau pindah dokter, harus diberikan
surat keterangan medis untuk disampaikan kepada dokter setempat atau dokternya
yang baru.
·
Memantau kelanjutan terapi sampai tuntas
·
Memelihara dan meningkatkan kesehatan
PELAYANAN STRATA
PERTAMA
1.
Pelayanan tingkat primer : Oleh dokter umum. Disebut sebagai tahap awal
atau kontak pertama pasien dengan dokter yang biasanya bertempat di klinik
pribadi, klinik dokter bersama, PUSKESMAS, balai pengobatan, klinik perusahaan,
atau poliklinik umum di RS.
2.
Pelayanan tingkat sekunder : Jika dianggap perlu pasien dirujuk ke
pelayanan tingkat sekunder. Pasien dilayani oleh dokter spesialis yang sebagian
besar praktik di RS, sebagian yang lain di klinik spesialis atau klinik
pribadi. Jika masalah kesehatan yang sulit telah selesai, pasien akan dikirim
balik ke dokter praktik umum yang mengirimnya dengan bekal surat rujuk balik
yang berisi kelanjutan pengobatannya
3.
Pelayanan tingkat tersier : Jika masalah kesetannya tidak dapat
diselesaikan oleh pelayanan tingkat sekunder maka akan dibawa ke tingkat
tersier. Dilayani oleh dokter superspesialis atau spesialis konsultan yang
biasanya bertempat di RS Pendidikan atau RS besar yang punya berbagai riset
yang maju
PELAYANAN
KOMPREHENSIF (PARIPURNA)
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis strata
pertama untuk semua orang yang bersifat paripurna (komprehensif), yaitu
termasuk :
a.
Pemeliharaan dan meningkatkan kesehatan (promotive)
b.
Pencegahan penyakit dan proteksi khusus (preventive and specific
protection )
c.
Pemulihan kesehatan (curative)
d.
Pencegahan kecacatan (disability limitation)
e.
Rehabilitasi setelah sakit (rehabilitation)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar